Assalamu'alaikum
Perkenalkan nama saya Qitfirul Dwi Cahyono
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Fakultas SAINTEK prodi Teknik Informatika
Saya akan mengupload hasil kerja saya disini
Semoga Bermanfaat
BASIS DATA
BASIS DATA
1. Basis Data, Model Data, Diagram E-R
Ø
Basis data adalah Basis data adalah kumpulan data yang
disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi
serta dapat diakses dengan mudah dan tepat menggunakan perangkat lunak (program
aplikasi) untuk menghasilkan sebuah informasi
Ø
Model Data Model data merupakan suatu cara untuk
menjelaskan tentang data-data yang tersimpan dalam basis data dan bagaimana
hubungan antar data tersebut untuk para
pengguna (user) secara logika. Secara garis besar model data dapat
dikelompokkan menjadi 3 mcacam yaitu :
A. Model Data
Berbasis Objek (Object based data model)
Merupakan himpunan data dan relasi yang menjelaskan
hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada obyek
datanya. Salah satunya adalah Entity Relationship Model.
B. Model
Entity Relationship Diagram (ERD) atau Conceptual Data Model (CDM)
Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar
data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa dunia nyata terdiri dari
obyek-obyek dasar (entitas) yang mempunyai hubungan atau relasi antar
obyek-obyek dasar (entitas) tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan
simbol-simbol grafik tertentu.
C. Model Data berbasis Record (Record Based
Data Model)
Model ini berdasarkan pada record/rekaman untuk menjelaskan kepada para
pemakai tentang logik antar data dalam basis data. Salah satunya adalah
Relational model.
Ø Entity Relationship
Diagram Merupakan model data yang dikembangkan berdasarkan obyek atau entitas.
ER_D berguna membantu perancang atau analis sistem pada saat melakukan analisis
dan perancangan basis data karena model ini dapat menunjukkan macam data yang dibutuhkan
dan direlasikan antar data di dalamnya.
1.
Komponen ER_Diagram
Sebuah diagram ER tersusun atas tiga komponen, yaitu
entitas yang merupakan obyek dasar yang terlibat dalam sistem, atribut yang
berperan sebagai penjelas entitas, kerelasian antar entitas menunjukkan
hubungan yang terjadi diantara dua entitas.
a.
Entitas (Entity)
b.
Atribut (Attribute)
c.
Kerelasian antar
entitas (Entity Relationship)
2.
Langkah-langkah
Membuat ER_Diagram
Untuk membuat ER_Diagram secara lengkap dapat dilakukan
dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
·
Identifikasikan setiap
entitas yang terlibat.
·
Lengkapi
masing-masing entitas dengan atribut yang sesuai.
·
Tentukan primari
key dari masing-masing entitas.
·
Identifikasikan
setiap kerelasian berikut jenisnya yag terjadi di antara entitas dengan membuat
tabel daftar kerelasian antar entitas.
·
Gambarkan
simbol-simbol entitas, atribut, dan kerelasian antar entitas secara jelas dan
tidak bertabrakan.
·
Cek ER_Diagram yang
terbenuk, dalam hal : kelengkapan entitas, kelengkapan atribut, kelengkapan
kerelasian antar entitas dan jenis kerelasian antar entitas.
2.
STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL)
Ø SQL merupakan suatu
bahasa (language) standar menurut ANSI (American National Standards Institute)
yang digunakan untuk mengakses basis data. SQL pertama kali diterapkan pada
sistem R (sebuah proyek riset pada laboratorium riset San Jose, IBM). Kini SQL
juga dijumpai pada berbagai platform, dari mikrokomputer hingga mainframe. SQL
dapat digunakan baik secara berdiri sendiri maupun dilekatkan pada
bahasa-bahasa lain seperti C dan Delphi. SQL juga telah menjadi bagian dari
sejumlah DBMS, seperti Oracle, Sybase, MySQL dan Informix.
Ø Elemen dasar SQL mencakup
pernyataan, nama, tipe data, konstanta, ekspresi, operator relasi, operator
logika dan fungsi bawaan.
· CREATE
· ALTER
· DROP
· COMMIT
· ROLLBACK
· INSERT
· UPDATE
· SELECT
· DELETE
· GRANT
· REVOKE
Yang semuanya dikelompokkan berdasarkan fungsinya
masing-masing yaitu :
a.
Data Definition Language (DDL) : Digunakan untuk mendefinisikan data
dengan menggunakan perintah : CREATE, DROP, ALTER.
b.
Data Manipulation Language (DML) : Digunakan untuk memanipulasi data
dengan menggunakan perintah : INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE.
c.
Data Control Language (DCL) : Digunakan untuk mengontrol hak para pemakai
data dengan perintah : GRANT, REVOKE.
3. DATA DEFINITION LANGAUAGE (DLL)
A . Data Definiton Language (DLL)
DLL
merupakan bagian dari sql yang digunakan untuk mendefinisikan struktur dan
kerangka data dan obyek basis data. Bisa juga dikatakan merupakan kelompok
perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut basis data, tabel,
batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel.
B. Perintah-perintah DDL
Berikut ini perintah-perintah sql untuk
Data Definiton Language :
A. Membuat Database
Syntax :
CREATE DATABASE namadatabase, Dimana :
Nama database yang dibuat tidak boleh
mengandung spasi dan tidak boleh memiliki
nama yang sama dengan database lain di
MySQL.
B. Menampilkan
daftar Database
Untuk
menampilkan daftar basis data yang ada di Mysql dapat menggunakan perintah :
SHOW DATABASES;
C.
Menghapus Database
Untuk melakukan penghapusan terhadap basis
data yang sudah dibuat.
Syntax : DROP DATABASE namadatabase;
Dimana : Database yang akan
dihapus harus sesuai dengan nama database.
D.
Mengaktifkan Database
Sebelum
membuat suatu tabel, terlebih dahulu harus mengaktifkan database yang akan digunakan untuk menyimpan
tabel-tabel tersebut dengan perintah : USE namadatabase;
E.
Membuat Tabel
Dalam
basis data tabel atau field berfungsi untuk menyimpan record atau data. Untuk membuat table Syntaxnya adalah :
CREATE
TABLE namatabel
(
Field1
TipeData1 ([lebar]),
Field2
TipeData2 ([lebar]),
...
Field3
TipeData3 ([lebar])
);
F.
Mendefinisikan null/not null
Ketika
membuat tabel, beberapa field harus diatur agar field tertentu harus diisi.
Biasanya field ini adalah sebagai field utama atau kunci, juga sebagai
identikasi sehingga tidak boleh kosong.
G.
Mendefinisikan Nilai Bawaan (Default)
Nilai
default adalah nilai yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu atribut
ketika ada penambahan baris baru, sementara nilai pada atribut tersebut tidak
diisi oleh pengguna. Syntax :
H.
Menentukan kunci primer (Primary Key) Pada Tabel
Key
adalah satu gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua basis data (row) dalam tabel secara unik. Key di
dalam database berfungsi sebagai suatu cara untuk mengidentifikasi dan
menghubungkan satu tabel data dengan tabel yang lain.
I. Menghapus
Primary Key Pada Tabel Perintah :
Cara 1 :
Jika primary key dibuat dengan menggunakan
alter table :
ALTER TABLE namatabel DROP
CONSTRAINT namaconstraint;
Cara 2 :
Jika
primary key dibuat melalui create table :
ALTER
TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;
J.
Menentukan Foreign Key Pada Tabel
Foreign
Key adalah satu set atribut atau set atribut sebagai key penghubung kedua tabel
dan melengkapi satu relationship (hubungan) terhadap primary key yang
menunjukan keinduknya. Jika sebuah primary key terhubungan ke table/entity
lain, maka keberadaan primary key pada entity tersebut di sebut sebagai foreign
key.
K.
Menghapus Foreign Key
Foreign key yang sudah dibuat dapat di hapus
dengan perintah :
ALTER TABLE namatabel DROP FOREIGN KEY
namaconstraint;
L.
Mengubah Struktur Tabel
Tabel
yang sudah dibuat dapat dilakukan perubahan strukturnya seperti penambahan atribut (field), penghapusan atribut (field)
bahkan mengganti lebar field dari tabel tersebut. Perintah yang digunakan
adalah ALTER TABLE.
M.
Menghapus Tabel
Tabel
sudah di buat dapat di hapus dengan menggunakan perintah DROP TABLE. Syntax sebagai berikut:
DROP
TABLE namatabel;
4, DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
A.
Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DDL)
merupakan perintah-perintah yang berfungsi untuk melakukan manipulasi data
ataupun objek-objek yang ada didalam tabel. Antara lain: perintah untuk memilih
data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data.
Bentuk manipulasi yang dapat
dilakukan oleh DML diantaranya adalah :
1.
Melakukan pencarian kembali data lama,
2.
Penyisipan data baru ke dalam tabel
3.
Penghapusan data
4.
Pengubahan data
5.
Menampilkan data dengan kreiteria tertentu
6.
Menampilkan data secara terurut.
DML menurut jenisnya dapat dibagi
menjadi 2 jenis yaitu :
1.
Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk
menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya,
Contoh paket bahasa prosedural adalah dBase III, FoxBase.
2.
Non Prosedural, DML membutuhkan pemakai untuk
menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara
mendapatkannya. Contoh paket bahasa non prosedural adalah SQL (Structured Query
Language) atau Query By Example (QBE).
B.
Perintah DML sebagai berikut :
a.
INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada
suatu tabel.
b.
UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada
satu atau beberapa kolom pada suatu tabel.
c.
SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari
suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.
d.
DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris,
baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris.
5. QUERY DAN VIEW
A.
Query
Query merupakan suatu proses pengolahan data yang
digunakan untuk memberikan hasil dari basis data berdasarkan kriteria tertentu.
Query tidak hanya membaca atau mengambil data, query biasanya melibatkan
beberapa tabel yang direlasikan dengan menggunakan field kunci. Namun query
juga dapat digunakan pada satu tabel saja, tetapi hasilnya kurang informatif
dan terbatas.
B.
View
View adalah
perintah query yang disimpan pada database dengan suatu nama tertentu, sehingga
bisa digunakan setiap saat untuk melihat data tanpa menuliskan ulang query tersebut.
C.
Penggunaan view
1. View antar 2
tabel
Kita akan membuat view dari
relasi antara tabel "buku" dan "penerbit"
untuk menampilkan data buku dan penerbitnya dari database perpustakaan dengan nama
"view_buku".
2. View dengan
3 tabel
Membuat view dari relasi antara tabel “buku”,
“angota” dan “peminjaman”
untuk menampilkan data peminjaman buku dari database perpustakaan dengan nama
"view_peminjaman".
6. DATA
CONTROL LANGUAGE (DCL) / HAK AKSES
A. Pemahaman Hak Akses
Basis data yang telah dibuat perlu
diatur agar data selalu dalam keadaan aman dari pemakai yang tidak berhak.
Pengaturan hak akses berguna dalam hal pembatasan pengaksesan suatu data,
misalkan hanya pemakai tertentu yang bisa membaca atau pemakai lain yang justru
dapat melakukan perubahan dan penghapusan data.
Macam-macam perintah yang terkait
dengan hak akses adalah SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE, REFERENCES, INDEX,
CREATE, ALTER dan DROP.
B. Mengatur Hak Akses
Untul MySQL versi 3.22. keatas dalam
manajemen user dapat menggunakan perintah GRANT dan REVOKE untuk mengatur hak
akses pemakai (user).
1.
Perintah GRANT
Dipergunakan
untuk membuat user baru dengan izin aksesnya.
2.
Perintah REVOKE
C.
Membatasi Hak Akses
Hak akses perlu dibatasi untuk
memudahkan dalam mengatur dan mengawasi pemakaian data serta menjaga keamanan
data.
D. Hak Akses Penuh
Untuk memberikan hak akses penuh
kepada pemakai, dapat memakai perintah klausa ALL PRIVILEGES. Tentunya dengan
pemberian hak akses penuh kepada pemakai (user).
E. Hak Akses kepada Public
Untuk memberikan hak akses kepada
banyak user dapat menggunakan klausa PUBLIC. Bebrapa DBMS ada yang menggunakan
klausa WORLD.
F. Pencabutan Hak Akses
1.
Pencabutan Hak Akses Sementara
Untuk melakukan pencabutan atau
penghapusan hak akses user menggunakan perintah REVOKE. Perintah ini juga mampu
melakukan pencabutan hak akses sebagian pemakai atau secara keseluruhan.
2.
Perintah
DELETE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar