Selasa, 19 Mei 2020

Algoritma dan Struktur Data

Halo, nama saya Qitfirul Dwi Cahyono
Saya kuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Fakultas Sains dan Teknologi Prodi Informatika

Saya disini akan membagikan hasil rangkuman saya yang sudah saya dapatkan dari praktikum Algostruk.

Pokok bahasan 1
(Struktur Data, Array,Pointer, dan Struktur)

A.  Konsep Dasar Struktur Data
Struktur data adalah sebuah bagian dari ilmu pemrograman dasar yang mempunyai karakteristik yang terkait dengan sifat dan cara penyimpanan sekaligus penggunaan atau pengaksesan data.
B.  Konsep Dasar Array       
Array adalah kumpulan elemen-elemen data. Kumpulaan elemen tersebut mempunyai suusnan tertentu yang teratur. Jumlah elemen terbatas, dan semua elemen mempunyai tipe data yang sama. Jenis-jenis array:
-Array Satu Dimensi
-Array Dua Dimensi
-Array Multidimensi / Dimensi Banyak
C.  Konsep Dasar Pointer
Pointer adalah sebuah variabel yang berisi lamat variabel yang lain. Suatu ponter dimaksudkan untuk meunjuk koperatore suatu alamat memori sehingga alamat dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah.
D.  Konsep Dasar Struktur
Struktur  adalah  koleksi  dari  variabel  yang  dinyatakan  dengan  sebuah nama, dengan sifat setiap variabel dapat memiliki tipe yang berlain


Struktur biasa dipakai untuk mengelompokkan beberapa informasi yang berkaitanmenjadi  sebuah satu  kesatuan.  Contoh  sebuah  struktur  adalah informasi data tanggal, yang berisi tanggal, bulan, dan tahun.

Pokok Bahasan 2
(Linked List / Senarai)

Linked list adalah sejumlah objek atau elemen yang dihubungkan satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu list. Sdangkan objek atau elemen itu sendiri adalah merupakan gabungan beberapa data (variabel) yang dijadikan satu kelompok atau structure atau record yang dibentuk dengan perintah struct. Untuk menggabungkan  objek  satu  dengan  lainnya,  diperlukan  paling  tidak  sebuah variabel yang bertipe pointer. Syarat  linked list adalah harus adapat  diketahui alamat simpul pertama atau biasa dipakai variabel First/Start/Header.
Istilah-istilah dalam Linked list :
-    Simpul
Simpul terdiri dari dua bagian yaitu :
a.   Bagian data
b.   Bagian pointer yang menunjuk ke simpul berikutnya
-    First/Header
Variabel First/Header berisis alamat  (pointer)/acuan (reference)  yag menunjuk lokasi simpul pertama linked list, digunakan sebagai awal penelusuran linked list.
-    Nil/Null
Tidak bernilai, digunakan untuk menyatakan tidak mengacu ke manapun.
-    Simpul Terakhr (Last)
Simpul terakhir linked list berari tidak menunjuk simpul berikutnya. Tidak terdapat alamat  disimpan di field pointer (bagian kedua dari simpul). Nilai null atau nil disimpan di field pointer di simpul terakhir.

Operasi Dasar pada Linked List :
IsEmpty : Fungsi ini menentukan apakan linked list kosong atau tidak.
Size : operasi untuk mengirim jumlah elemen di linked list.
Create : operasi untuk penciptaan list baru yang kosong



Insertfirst : operasi penyisipan simpul sebagai simpul pertama.
Insertafter : operasi untu penyisispan simpul setelah simpul tertentu.
Insertlast : operasi untuk penyisipan simpul sebagai simpul terakhir.
Insertbefore : operasi untuk penyisipan simpul sebelum simpul tertentu.
Deletefirst : operasi penghapusan simpul pertama.
Deleteafter : operasi penghapusan setelah simpul tertentu.
Deletelast : operasi penghapusan simpul terakhir.

Pokok Bahasan 3
(Stack / Tumpukan)
Stack  adalah kumpula elemen-elemen  yang  tersimpan dalam suatu tumpukan. Aturan penyisispan dan penghapusan elemennya tertentu :
-    Penyisispan selalu dilakukan “di atas “ TOP
-    Penghapusan selalu dilakukan pada TOP
Karena  aturan  penyisipan  dan  penghapusan  semacam  itu,  TOP  adalah  satu- satunya alamat tempat terjadi operasi, elemen yang ditambahkan paling akhir akan menjadi elemen yang akan dihapus. Dikatakan bahwa elemen Stack tersususn secara LIFO (Last In First Out).
Seperti halnya jika kita mempunyai sebuah tumpukan buku, agar tumpukan buku itu  tidak  ambruk  ketika kita  mengambil sebuah  buku  di dalam tumpukan  itu amaka harus diambil satu per satu dari tumpukan yang paling atas dari tumpukan.

Pokok Bahasan 4
(Queue / Antrian)

Antrian adalah suatu kumpulan data yang penambahan elemennya hanya bisa dilakukan pada suatu ujung(disebut sisi belakang atau REAR), dan penghapusan atau pengambilan elemen dilakukan lewat ujung yang lain (disebut sisi depan atau FRONT).Prinsip yang digunakan dalam antrian ini adalah FIFO (First In First Out) yaitu elemen yang pertama kali masuk akan keluar pertama kalinya.Penggunaan antrian lain simulasi antrian didunia nyata (antrian pembelian tiket),sistem  jaringan  komputer  (pemrosesan  banyak  paket  yang  datang  dari banyak koneksi pada suatu host,bridge,gateway),dan lain-lain.

Elemen Karakteristik penting antrian sebagai berikut :
a.   Elemen antrian yaitu item-item data yang terdapat dalam antri
b.   Head/front (elemen terdepan antrian).
c.   Tail/rear (elemen terakhir antrian).
d.   Jumlah antrian pada antrian (count).
 e.   Status/kondisi antrian,ada dua yaitu:
-Penuh                                    
Bila elemen diantrian mencapai kapasitas maksimum antrian.Pada kondisi ini,tidak   mungkin  dilakukan  penambahan  ke  antrian.Penambahan  di elemen menyebabkan kondisi Overflow.
-Kosong
Bila tidak ada elemen antrian.Pada kondisi ini,tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen antrian.Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow.
Operasi-operasi pokok pada antrian diantaranya adalah :
1.   Create             Membuat antrian baru.
2.   IsEmpty          Untuk memeriksa apakah Antrian sudah penuh atau belum.
3.   IsFull              mengecek apakan Antrian sudan penuh atau belum.
4.   Enqueue/Insert           menambahkan           elemen           kedalam antrian,penambahan elemen selalu


Pokok Bahasan 5
(Rekursif)
Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri,artinya fungsi tersebut  dipanggil di  dalam tubuh  fungsi  itu  sendiri.Contoh  menghitung  nilai factorial.Rekursif sangan  memudahkan untuk  memecahkan permasalahan  yang kompleks.Sifat-Sifat rekursif :
Dapat digunakan ketika inti dari masalah terjadi berulang kali
Sedikit lebih efisien dari iterasi tapi lebih elegan.
Method-methodnya dimungkinkan untuk memanggil dirinya sendiri.
Data yang berada dalam method tersebut seperti argument disimpan sementara ke dalam stack sampai method pemanggilnya diselesaikan.


Pokok Bahasan 6
(sorting / Pengurutan)

Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses untuk menyusun kembali himpunan obyek menggunakan aturan tertantu.Ada dua macam urutan yang biasa digunakan dalam proses pengurutan yaitu :
              Urutan naik (ascending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling kecil sampai paling besar.
              Urutan turun (descending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling besar sampai          paling kecil.

Beberapa algoritma metode pengurutan dan prosedurnya sebagai berikut :
1.   Bubble Sort
Bubble  Sort  adalah  suatu  metode  pengurutan  yang  membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen berikutnya.Apabila elemen sekarang
> elemen berikutnya,maka posisinya ditukar.Kalau tidak,tidak perlu ditukar.Diberi nama “Bubble” karena proses pengurutan secara berangsur- angsur  bergerak/berpindah  ke  posisinya  yang  tepat,seperti  gelembung yang keluar dari sebuah gelas bersoda.
2.   Selection Sort
Metode selesi melakukan pengurutan dengan cara mencari data yang terkecil kemudian  menukarkanya  dengan  data  yang  digunakan  sebagai acuan  atau  sering  dinamakan  pivot.Selama  proses,pembandingan  dapengubahan  hanya  dilakukan  pada  indeks  pembanding  saja,pertukaran data  secara  fisik  terjadi  pada  akhir  proses.
3.   Merge Sort
Algoritma Merge Sort ialah algoritma pengurutan yang berdasarkan pada strategi divide atau conquer.Algoritma ini terdiri dari dua bagian utama,pambagian list yang diberikan untuk di-sort ke dalam beberapa sublist yang lebih kecil,dan sort (mengurutkan) dan merge (menggabungkan) sublist-sublist yang lebih kecil ke dalam list hasil yang sudah diurutkan.
Berikut Contoh program Ascending dengan menggunakan bubble sort :

Minggu, 22 Desember 2019

SISTEM DIGITAL

Assalamualaikum wr.wb
Nama saya Qitfirul Dwi Cahyono, saya mahasiswa di UMSIDA. Jadi, disini saya
 akan menjelaskan sedikit tentang sistem digital, berikut penjelasannya...

RANGKUMAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
POKOK BAHASAN 1 – PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR

1.     Gerbang AND

                Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih lebih masukan (input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (output). Gerbang AND akan menghasilkan keluaran (output) logika 1 jika semua masukan (input) bernilai logika 1 dan akan menghasilkan keluaran (output) logika 0 jika salah satu dari masukan (input) bernilai logika 0.

2.     Gerbang OR

                Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih masukan (input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (output). Gerbang OR akan menghasilkan keluaran (output) 1 jika salah satu dari masukan (input) bernilai logika 1 dan jika ingin menghasilkan keluaran (output) logika 0, maka semua masukan (input) harus bernilai logika 0.

3.     Gerbang NOT (Inverter)

                Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah masukan (input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (pembalik) karena menghasilkan keluaran (output) yang berlawanan (kebalikan) dengan masukan atau inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan keluaran (output) dengan nilai logika 0 maka input atau masukannya harus bernilai logika 1.

4.     Gerbang NAND (NOT AND)

                Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND. Gerbang NAND merupakan kombinasi dari gerbang AND dan gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari keluaran (output) gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan keluaran logika 0 apabila semua masukan  (input) pada logika 1 dan jika terdapat sebuah input yang bernilai logika 0 maka akan menghasilkan keluaran (output) logika 1.

5.     Gerbang NOR (NOT OR)

                 Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR. Gerbang NOR merupakan kombinasi dari gerbang OR dan gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari keluaran (output) gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan keluaran logika 0 jika salah satu dari masukan (input) bernilai logika 1 dan jika ingin mendapatkan keluaran logika 1, maka semua masukan (input) harus harus bernilai logika 0.

6.     Gerbang X-OR (Exclusive OR)

                 X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 masukan (input) dan 1 keluaran (output) logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan keluaran (output) logika 1 jika semua masukan-masukannya (input) mempunyai nilai logika yang berbeda. Jika nilai logika inputannya sama, maka akan memberikan hasil keluaran logika 0.

7.     Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)

                 Seperti gerbang X-OR, gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 masukan (input) dan 1 keluaran (output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari gerbang X-OR dan NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan keluaran (output) logika 1 jika semua masukan atau inputnya bernilai logika yang sama dan akan meghasilkan keluaran (output) logika 0 jika semua masukan atau inputnya bernilai logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari gerbang X-OR (Exclusive OR).

POKOK BAHASAN 2- PERSAMAAN BOOLEAN & PENYEDERHANAAN K-MAP

Aljabar Boolean

Aljabar Boolean memuat variabel dan simbol operasi untuk gerbang logika. Simbol yang digunakan pada Aljabar Boolean adalah: (.) untuk AND, (+) untuk OR, dan (  ) untuk NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah penyelesaian perhitungan secara Aljabar dan pengiian tabel kebenaran digunakan sifat-sifat Aljabar Boolean.
Dalam Aljabar Boolean digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Etika logika tersebut diimplementasikan ke dalam rangkaian logika maka logika tersebut akan bertaraf sebuah tegangan. Kalau logika 0 bertaraf tegangan rendah (active low) sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi (active high). Pada teori-teori Aljabar Boolean ini berdasarkan aturan-aturan dasar hubungan antara variabel-variabel Boolean.

Ø  Dalil-Dalil Boolean (Boolean Postulates)
ü  P1:X=0 atau X=1
ü  P2:0.0=0
ü  P3:1+1=1
ü  P4:0+0=0
ü  P5:1.1=
ü  P6:1.0=0.1=0
ü  P7:1+0=0+1=1
Ø  Theorema Aljabar Boolean
ü  T1: Comutative Law
·       A+B=B+A
·       A.B=B.A
ü  T2: Associative Law
·       (A+B)+C=A+(B+C)
·       (A.B).C=A.(B.C)
ü  T3: Distributive Law
·       A.(B+C)=A.B+A.C
·       A+(B.C)=(A+B).(A+C)
ü  T4: Identity Law
·       A+A=A
·       A.A=A
ü  T5: Negation Law
·       (A’)=A’
·       (A’)’=A
ü  T6: Redundant Law
·       A+A.B=A
·       A.(A+B)=A
ü  T7:
·       0+A=A
·       1+A=A
·       1+A=1
·       0.A=0
ü  T8:
·       A’+A=1
·       A’.A=0
ü  T9: A+A’.B=A+BA.(A’+B)=A.B
ü  T10: De Morgan’s Theorem
·       (A+B)’=A’.B’
·       (A.B)’=A’+B’

K-Map
            Peta Karnaugh (Karnaugh Map, K-Map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyan 6 variabel. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan logika hingga empat variabel. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam variabel disarankan menggunakan program komputer.

            Peta merupakan gambar suatu daerah. Peta Karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah dijabarkan pada tabel kebenaran. Penggambaran daerah pada Peta Karnaugh harus mencakup semua logika. Daerah pada Peta Karnaugh dapat tumpang tindih antara satu kombinasi variabel dengan kombinasi variabel yang lain.

POKOK BAHASAN 3 – MULTILEVEL NAND DAN NOR

     A.    Dasar Teori

            Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel artinya dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level/tingkatan mulai dari sisi input sampai ke sisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak IC yang digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada di dalam IC tersebut yang digunakan).
Adapun cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu:
1.     Modulus penyelesaian persamaan logika/Boolean
2.     Langsung menggunakan gambar padanan
        ·            NAND
Diketahui sebuah persamaan logika sebagai berikut:


Seleaikan persamaan tersebut hanya dengan gerbang NAND saja.
Jawab:


Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut:

Pada gambar di atas dapat kita lihat bahwa rangkaian terdiri dari satu buah gerbang NOT, dua buah gerbang AND dan dua buah gerbang OR. Ini artinya kita harus membeli tiga macam tiga macam IC yaitu AND, OR dan NOT, tetapi tidak semua gerbang yang ada di dalam IC tersebut terpakai dalam rangkaian. Artinya, adalah kita sudah melakukan pemubaziran (membuang sia-sia) gerbang lainnya, padahal kita sudah beli dan banyak memakan tempat.
Setelah penyederhanaan dengan menggunakan persamaan logika di atas kita dapat membuat rangkaian logika baru dengan gerbang NAND saja yang kalau kita gambarkan rangkaiannya seperti berikut:

Dengan cara diatas terlihat kita hanya menggunakan dua IC NAND untuk membangun sebuah rangkaian yang berdungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan tempat.

·                     NOR

Selesaikanlah persamaan tersebut dengan menggunakan gerbang NOR saja.
Jawab:


Rangkaian asalnya adalah:






Sedangkan rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja adalah sebagai berikut:


Dari gambar terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi berbentuk NOR saja kita tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai semuanya (tidak mubazir atau terbuang).

POKOK BAHASAN 4 – RANGKAIAN ARITMATIKA DIGITAL

A.    Adder

Rangkaian Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka (dalam sistem bilangan biner), sementara itu di dalam komputer rangkaian adder terdapat pada mikroprosesor dalam blok ALU (Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah:
·       Sistem bilangan Biner (memiliki base/radix 2)
·       Sistem bilangan Oktal (memiliki base/radix 8)
·       Sistem bilangan Desimal (memiliki base/radix 10)
·       Sistem bilangan Hexadesimal (memiliki base/radix 16)
Namun, diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah sistem bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem bilangan komplemen. BCD (Binary-coded decimal)


a.     Half Adder

Half Adder adalah suatu rangkaian penjumlahan sistem bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaitu Sum Out (Sum) dan Carry Out (Carry).
Rangkaian ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yatu XOR dan AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlahan tak lengkap.
1.     Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya Sum=0
2.     Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya Sum=1
3.     Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya Sum=1
4.     Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya Sum=0. Dengan nilai pindahan Cout=1
Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A dan B), dan dua keluaran (Sum dan Cout).

b.    Full Adder
Rangkaian Full Adder pada prinsipnya bekerja seperti half adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputannya ada 3; A, B dan Cin, sementara bagian outputnya ada 2; Sum dan Cout. Cin ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.
Rangkaian full adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari beberapa full adder.

B.      Subtractor

Merupakan suatu rangkaian pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis-jenis rangkaian Subtractor yaitu:

a.     Half Subtractor

Rangkaian half subtractor adalah rangkaian subtractor yang paling sederhana. Pada dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half adder yang dimodifikasi denga menambahkan gerbang NOT. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah gerbang AND, X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out (Bo). Rumus dasar pengurangan pada biner yaitu:
1.     0-0=0 Borrow 0
2.     0-1=1 Borrow 1
3.     1-0=1 Borrow 0
4.     1-1=0 Borrow 0

b.     Full Subtractor
Pada rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan Borrow In sebelumnya dan pin Bin dihubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2 output.
Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan dari beberapa Full Subtractor.

         POKOK BAHASAN 5 – ENKODER DAN DEKODER

Encoder

Encoder  adalah rangkaian yang memiliki fungsi sebagai rangkaian untuk mengkodekan data input menjadi data bilangan dengan format tertentu.
Decoder adalah alat yang digunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya.

     POKOK BAHASAN 6 – MULTIPLEKSER DAN DEMULTIPLEKSER

Demultiplexer

Demultiplexer adalah rangkaian logika yang menerima satu input data dan mendistribusikan input tersebut ke beberapa output yang tersedia. Seleksi data-data input dilakukan oleh selector line yang juga merupakan input dari demultiplexer tersebut.

Multiplexer

Multiplexer  adalah adalah rangkaian logika yang menerima beberapa input data digital dan menyeleksi salah satu dari input tersebut pada saat tertentu, untuk dikeluarkan pada sisi output.
Diatas adalah penjelasan dari saya mengenai sistem digital⇛⇛⇛
Sekian & terima kasih, semoga bermanfaat bagi kalian⇚⇚⇚
Assalamualaikum wr.wb⇔⇔⇔
 ⇱⇲
umsida.ac.id || fst.umsida.ac.id

Sabtu, 07 Desember 2019

Qitfirul Dwi Cahyono UMSIDA


ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN



Assalamu’alaikum..
Nama saya Qitfirul Dwi Cahyono, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Saya disini akan menjelaskan tentang program – program komputer yang sering digunakan pada Bahasa Pemrograman C++, yang terdiri dari rangkuman pokok bahasan, dan juga script dan juga outputan.
POKOK BAHASAN 1 | MATERI INPUT/OUTPUT DATA
1.              Include
Adalah salah satu pengarah preprocessor directive yang tersedia pada C++. Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses komilasi terjadi. Bntuk umumnya :
# include <nama_file>
Tidak diakhiri engan tanda semicolon karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan, tetapi merupakan preprocessor directive. Baris tersebut menginstruksikan kepada compiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h (file.header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi contohnya:
# include <iostream.h> : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout
# include <conio.h> : diperlukan bila melibatkan clrscr(), yaitu perintah untuk membersihkan layar.
# include <iomanip.h> : diperlukan bila melibatkan setw() yang bermanfaat untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data.
·                Fungsi main ()
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. Main adalah nama judul fungsi. Melihat bentuk seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama berada didalam fungsi main(). Berarti dalam setiap pembuatan program utama kita menuliskan program utama kita didalam sebuah fungsi main().
·                Komentar
Komentar tidak pernah decompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu ;
Jenis 1 : /* Komentar anda diletakkan di dalam ini Bisa mengapit lebih dari satu baris */
Jenis 2 : // Komentar anda diletakkan disini (hanya bisa perbaris)
·                Tanda Semicolon
Tanda semicolon “ ; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.
·                Mengenal cout (dibaca : C out)
Pernyataan cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data ke dalam standar output (cetak pada layar)
Contoh :
Tanda “ << ” merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan/peletakan”
POKOK BAHASAN 2 | STRUKTUR PEMROGRAMAN PENCABANGAN
1. Percabangan if
Percabangan if merupakan percabangan yang hanya memiliki satu blok pilihan saat kondisi bernilai benar.
2. Percabangan if/else
Percabangan if/else merupakan percabangan yang memiliki dua blok pilihan.
Blok pilihan pertama untuk kondisi benar, dan pilihan kedua untuk kondisi salah (else).
3. Percabangan if/else/if
Percabangan if/else/if merupakan percabangan yang memiliki lebih dari dua blok pilihan.
4. Percabangan Switch/Case
Percabangan switch/case adalah bentuk lain dari percabangan if/else/if.
Kita dapat mermbuat blok kode (case) sebanyak yang diinginkan di dalam blok switch.
Pada <value>, kita bisa isi dengan nilai yang nanti akan dibandingkan dengan varabel.
Setiap case harus diakhiri dengan break. Khusus untuk default, tidak perlu diakhiri dengan break karena dia terletak di bagian akhir.
Pemberian break bertujuan agar program berhenti mengecek case berikutnya saat sebuah case terpenuhi.
POKOK BAHASAN 3 | STRUKTUR PEMROGRAMAN: LOMPATAN & KALANG
1.              Pernyataan while
2.              Pernyataan do… while
3.              Pernyataan for
4.              Pernyataan continue dan break
5.              Pernyataan goto
1.              PERNYATAAN  while
Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan while memungkinkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak diakukan sama sekali.
Bentuk Umumnya :
While(kondisi)
While(kondisi)
{
Pernyataan ;
}
·                PERNYATAAN do…while
Pernyataan do…while mirip seperti pernyataan while, hnya saja pada do… while prnyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi.
Bentuk umumnya :
do
{
Pernyataan
} while(kondisi);
·                PERNYATAAN for
Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan (looping) beberapa kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yag dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya.
Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
for(inisialisasi ; kondisi ; perubahan)
{
Statement;
}
·                PERNYATAAN continue dan break
Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bla menggunakan pernyataan switch. Pernyataan ini juga digunkan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka akan mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat tersebut.
·                PERNYATAAN goto
Pernyataan goto, diperlukan untuk melakukan suatu lompatan ke suatu pernyataan berlabel yang ditandai dengan tanda” : “.
Bentuk umumnya:
Go to bawah;
Pernyataan1;
Pernyataan2;
bawah : pernyataan3;
POKOK BAHASAN 4 | STRUKTUR PEMROGRAMAN : KALANG
·                Kalang FOR bertingkat : Tabel Perkalian
#include <iostream>
#include <iomanip>
using namespace std;
int main(){
for (int i=1; i<=10; i++){
for (int j=1; j<=i; j++){
cout<<setw(5)<<i*j;
}
cout<<endl;
}
}
POKOK BAHASAN 5 | VARIABEL LARIK : MATRIKS & STRINGS
1.              Sekup variabel dalam kalang FOR
#include <iostream>
using namespace std;
int main(){
int i=5;
cout<<” Di Luar Kalang i = “<<i<<endl;
for(i=1; i<=10; i++){
cout<<” Di Dalam Kalang i= “<<i<<endl;
}
cout<<” Di Luar Kalang i= “<<i<<endl;
}
POKOK BAHASAN 6 | SORTING (PENGURUTAN)
1.              Membaca dari file teks
#include <iostream>
#include <string>
#include <stdio.h>
using namespace std;
int main(){
char namafileinput[]=”filesaya.txt”;
char teks[80];
FILE *fin;
fin = fopen(namafileinput, “rt”);
cout<<“Isi file “<<namafileinput<<endl;
while (1){
if (fgets(teks, 80, fin)==NULL){
break;
}
cout<<teks;
}
fclose(fin);
cout<<“Selesai”<<endl;
}
Sekian Terimakasih, Semoga Bermanfaat 
Assalamu’alaikum..